Archive for August, 2006

Taman malam

Sunday, August 27th, 2006

Teruntai tak tergantung
bunga malam rontok sebelum fajar
membangkai ditepian kelopak hari
pagi : embun kabarkan duka
bisikkan mati pada taman buta

Teruntai tak tergantung
ditaman pusara kelopak berserak
berkabung, untuk penjaga rahim taman
mati, mewangi di malam yang berulang
hidupi taman tak lagi buta

siapa yang egois? ya kita ini…

Thursday, August 24th, 2006

Sadarkan bahwa kita ini terlahir sebagai mahluk egois? Begitu kita terlahir segala keinginan kita harus terpenuhi, kita menangis kalau tidak dapat terpenuhi. Setelah beranjak remaja sering kali ngambek, bahkan mencap bahwa orang tua kita tidak sayang, pada kita karena tidak mengabulkan keinginan – keinginan kita, meski pada kenyataannya mereka lebih tau apa yang baik dan apa yang tidak bagi kita.

Hal seperti ini terbawa hingga dewasa, meski telah mengalami beberapa perubahan pada subjek dan objeknya.Kita sering kali berlaku egois terhadap diri sendiri, lingkungan bahkan Allah !!

Egois terhadap Allah?? Benarkah?? Contohnya ya saya ini, selalu aja meminta – minta pada Allah agar mengabulkan segala keinginan saya, memalukan bukan?

Leo Tolstoy berkata: Bahwa semua tindakan yang dilakukan oleh kita hanya dengan satu tujuan saja ialah mencapai kebahagiaan pribadi. Bahkan orang bunuh diri pun semata – mata hanya untuk memuaskan dirinya sendiri.

Dalam pencapaian kebahagiaan pribadi inilah letak kelancangan manusia, kita mulai menghalalkan segala cara, sampai – sampai berani memanfaatkan Allah, untuk kepentingan pribadi. Padahal ngakunya sih hamba Allah, tapi kenyataannya ko berani menurunkan derajat Allah jadi pelayan kita.

Hmm..coba kita lihat permintaan – permintaan standar kita pada Allah, pertama agar kita tidak lapar, kedua minta selamet, ketiga minta diampunin dosa – dosanya, keempat, kelima dan masih banyak lagi seperti minta agar berkecukupan, enteng jodoh, dapet pasangan yang sempurna, dan segudang permohonan lainnya, ato bahkan lebih?? Kelakuan kita ini persis dengan apa yg dikatakan oleh Ken Balnchard bahwa EGO itu adalah “Edging God Out” alias menomor duakan Tuhan.

Kalau segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita itu di anggap sebagai berkat, maka berkat bisa kita definisikan sebagai segala kenikmatan hidup, harta, kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan lain sebagainya. Apa dasar kita berhak untuk menerima berkat itu? Apa cukup hanya dengan mengaku – ngaku sebagai hamba-Nya? Apa iya sebagai hambanya kita berhak memohon berkatnya? Padahal kalau permohonannya ga dikabulkan sering kali kita ngambek, bahkan sampai mempertanyakan keberadaan-Nya. Apa hak kita ? Apa yang telah kita perbuat untuk Allah?

Sebagai manusia ber Tuhan, kita seharusnya mau dan mengakui bahwa hanya kehendak-Nya lah yang berlaku atas diri kita. Tapi kenyataannya saat kehendak-Nya atas diri kita tidak sesuai dengan keinginan kita, kita malah ngambek, dan tidak menerimanya. Sebenernya siapa sih bosnya ?

Menyambung paragraf diatas, menurut sigmund freud manusia itu menciptakan agama dan Tuhan itu untuk menggantikan orang tua kita, dengan harapan segala keinginan kita dapat terpenuhi. Coba tanya pada diri sendiri, pernah ga kita berdoa agar kita didekatkan pada-Nya, berdoa agar kita bisa lebih menerima takdir-Nya dengal lapang dada, seperti doa Nabi Ayub yang memohon pada Allah untuk meneruskan penyakit yang dideritanya, apabila itu akan mendatangkan ridho-Nya. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang akan mendekatkan diri pada Tuhannya apabila sedang dalam keadaan susah.

Kita ini mengalami penyakit hati yang kompleks, selain tidak dewasa secara rohani, kita juga pengidap narsis rohani, kita selalu menuntut kehendak kita yang mesti terwujud, Allah hanya media untuk mengabulkannya. Kondisi seperti ini membuat kita seakan-akan lebih tinggi dari Allah, Allah hanya sebatas pembantu. Sadar ga sih ini berarti kita Menghujat Allah ? bukankah itu dosa yang teramat berat ?

Yuk sekarang kita belajar untuk merubah EGO = Edging God Out ( Menomorduakan Tuhan )  menjadi – Exalting God Only ( Hanya Tuhan yang dimuliakan ).

Berdiri dilangitku

Monday, August 21st, 2006

Engkau tinggiku
terlihat mentari dimata kembar
artikan hati dilangit sama

oh manusia

Monday, August 21st, 2006

Dengan darah, gemintang terluka
membeku
nafas yang tersenggal
binasa sudah
menebar aroma kematian
dilangit kuasaNya

oh manusia…
kulihat, kurasa srigala mu26

rindu untuk dikenali

Thursday, August 17th, 2006

aku ombak dimatamu

…bukan, aku lah lautan

aku siang dan malam dihidupmu

…bukan, aku lah hari

aku kehidupan dalam anganmu

…bukan, aku lah hidupmu

aku lah engkau

mengertikah ?

aku rindu untuk dikenali