Archive for September, 2006

APAKAH TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN?

Thursday, September 21st, 2006

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah
kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang
Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang
mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan
menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul,
Dia yang menciptakan semuanya". "Tuhan menciptakan semuanya?"
Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa
tersebut.

Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan
segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu
ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa
kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab
hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan
menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau
agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,
"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,
"Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu
ada. Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa
mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin
itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu
adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama
sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada
suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan
ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan,
"Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga
tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa
kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton
untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan
mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak
bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan
berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan
ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu
ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang
telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan
TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia.
Perkara - perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan
adalah ketiadaan Tuhan.

Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai
manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak
adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari
ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah:
Albert Einstein.

Tuhan Sembilan Senti

Wednesday, September 20th, 2006

Oleh Taufiq Ismail

*Indonesia *adalah* *sorga* *luar* *biasa* *ramah* *bagi* *perokok*, *
*tapi *tempat* *siksa* *tak* *tertahankan **bagi* *orang* yang *tak* *
merokok*,*

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

*Indonesia *adalah* *semacam* *firdaus-jannatu- na’im **sangat* *ramah* *
bagi* *perokok*, *
*tapi *tempat* *siksa **kubur* *hidup-hidup* *bagi* *orang* yang *tak **
merokok*,*

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok ???,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

*Negeri *kita* *ini* *sungguh* *nirwana* *kayangan **para* *dewa-dewa* *bagi
* *perokok*, *
*tapi *tempat* *cobaan **sangat* *berat* *bagi* *orang* yang *tak **merokok*
,*

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru , diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok ,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling
menularkanHIV-AIDS
sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya .
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

*Indonesia *adalah* *sorga* *kultur* *pengembangbiakan* *nikotin *paling *
subur* *di* *dunia* , *
*dan *kita* yang *tak* *langsung **menghirup* *sekali* pun *asap* *tembakau*
*itu* , *bisa* *ketularan* *kena* ,*

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok
merokok,

*Indonesia *adalah* *semacam* *firdaus-jannatu- na’im **sangat* *ramah* *
bagi* *orang* *perokok* , *
*tapi *tempat **siksa* *kubur* *hidup-hidup* *bagi* *orang* yang *tak* *
merokok*,*

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap . Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok .
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala
kecil,
*sembilan *senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan
setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya

Kedamaian

Thursday, September 14th, 2006

Kehidupan adalah kematian dari segala bentuk keinginan
Disaat kita bisa mati dari segala bentuk keinginan itulah kedamaian
hadir ditengah hidup kita

Kebenaran agama adalah relatif, benarkah ?

Monday, September 11th, 2006

Kebenaran
Kebenaran adalah sebuah keabsolutan tunggal yang berlaku pada semua hal, baik itu makhluk hidup maupun benda mati. Sifat dari kebenaran ini adalah gaib, karena tidak ada yang mengetahui dengan pasti,seperti apa kebenaran itu dan kebenaran seperti apa yang berlaku pada suatu hal, kecuali untuk beberapa hal yang telah terbukti kepastiannya dan apa yang telah dialami oleh sesuatu dalam rentang waktu tertentu. Sesungguhnya manusia hanya dapat menduga – duga kebenaran berdasarkan nalar, logika dan panca indranya.

Agama
Agama merupakan sebuah jalan keyakinan dalam kehidupan spiritual manusia, walaupun pada kenyataannya agama tidak hanya mengatur kehidupan spiritual manusia dalam hubungannya dengan Sang Pencipta, tetapi juga mengatur cara hidup manusia dalam berhubungan dengan manusia lainnya. Pada umumnya agama dibawa dan diperkenalkan oleh para Nabi dan Rasul yang diutus Tuhan untuk menyampaikan kebenaran, ada pula yang disampaikan oleh guru – guru spiritual dalam agama – agama tertentu.

Kebenaran agama
Perjalanan sebuah agama hingga saat ini merupakan perjalanan yang sangat panjang, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya asimilasi antara kebenaran Tuhan yang diajarkan para Nabi dan Rasul dengan kebudayaan, politik dan kepentingan dimana agama itu berada. Memang Tuhan telah menjajikan bahwa kitab-Nya tidak akan lekang oleh masa, namun yang terjadi adalah adanya perbedaan penafsiran terhadap kitab-Nya itu. Sebagian besar penafsir terjebak dalam claim of truth atas egonya sendiri. Tentu saja hasil penafsiran mereka sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya, keadaan emosionalnya, budaya dan segala hal yang ada di sekelilingnya. Lambat laun claim of truth dan pemahaman kitab yang berbeda – beda tersebut akan menjadi kebenaran bagi lingkungannya dengan berbagai cara, baik terserap dengan sendirinya atau pun melalui cara politisasi agama oleh kekuasaan. Karena memang tidak menutup kemungkinan claim of truth yang telah mengakar akan menyebabkan agama tampak angkuh, mengklaim agamanya lah yang paling benar dan yang lain adalah palsu, sehingga terbentuk keinginan untuk menjadi lakon yang signifikan dalam pembentukan tatanan masyarakat melalui aturan normatifnya yang diinterpretasikan menjadi ritual dan legalitas tertentu seperti yang tertuang dalam kitab – kitabnya, yang tentu saja menurut penafsiran versi mereka.

Ingat !! kebenaran sejati itu sifatnya absolut !!

Adanya perbedaan cara penafsiran kebenaran dalam kitab-Nya itu menyebabkan terjadinya perpecahan dan perbedaan dalam tata cara menjalani kehidupan spiritual, hubungan manusia dengan Tuhan, maupun hubungan manusia dengan manusia lainnya. Lalu agama seperti apa yang sekarang aku terima dan aku jalani? Adakah ini kebenaran absolut? Atau hanya merupakan hasil penafsiran kaum agamawan yang selalu memonopoli cara menafsirkan kitab suci Tuhan yang tak lekang oleh masa? Dan memaksakan ego claim of truthnya atas semua orang dengan meberikan label kafir dan murtad kepada orang yang dianggapnya berbeda.

“Ada berjuta jalan untuk sampai kepada Tuhan namun semuanya mesti melewati proses kepedihan bila aku berjalan tanpa terikat oleh jalan maka kuyakin … Tuhan sendiri akan menjadi jalan. “

“Kenalilah dirimu maka kau akan mengenal Tuhan mu”

Secangkir teh hangat

Friday, September 1st, 2006

di cangkir retak
tak lagi ada secangkir teh

sebait puisi kesedihan
gantikan hangatnya dikala hujan